Pages

Selasa, 12 Juni 2012

Keterhubungan Antara Komunikasi Primer dan Komunikasi Massa


Penciptaan dan Pemeliharaan Norma Kelompok 

Anggota suatu kelompok yang sadar diri (self conscions) cenderung untuk membedakan diri mereka dari yang bukan anggota. Kadang-kadang kelompok manusia dibentuk berdasarkan karakteristik jasmaniah para anggotanya. Apapun yang menentukan keanggotaan kelompok,  para anggota sejak permulaan mempunyai, atau dengan sangat  cepat mengembangkan, apa yang dinamakan Cooley “rasa kami” dan “rasa mereka”
Salah satu penyelidikan sistematis yang paling dini tentang perilaku kelompok dilakukan pada pabrik Western Electric Company di Hawthorne, Illions yang membuat peralatan telepon. Sebuah team psikolog sosial mengamati pegawai Western Electric dalam berbagai kondisi kerja eksperimental dan non eksperimental. Dari berbagai kondisi kerja eksperimen-eksperimental dan non eksperimental. Dari berbagai studi dalam seri ini, eksperimen Bank Wiring Observation Room menggambarkan dengan baik sekali cara terbentuknya norma kelompok – dan kesukaran meramalkan norma kelompok berdasarkan premis yang seluruhnya rasional. 

Dalam studi Hawthore, norma kelompok pada umumnya mempunyai pengaruh yang lebih besar pada perilaku dan pendapat perorangan daripada pengaruh variabel upah dan kondisi kerja yang dengan langsung dimanipulasikan oleh para penyelidik. Studi lainnya mengungkapkan arti penting dari kelompok dalam membina dan memelihara ketentuan tentang benar dan salah serta mengenai perilaku anggota kelompok tersebut.

Kesamaan pendapat dalam kelompok. Tergantung pada arti pentingnya kelompok bagi para perorangan yang menjadi anggotanya, norma kelompok akan mempengaruhi pendapat bersama dengan kuat atau lemah. Arti pentingnya kelompok bagi para anggotanya hasilkan oleh berbagai pengujian terhadap kepaduan dan integrasi, yang salah satu unsurnya adalah indeks kesamaan pendapat di antara anggota kelompok.

Studi perilaku politik banyak tergantung pada kesamaan dan ketidaksamaan pendapat dan prefensi calon di dalam dan di antara kelompok. Dalam pertimbangan kita tentang sosiologi pemilikan pendapat, kita telah  membahas pengaruh keluarga, agama dan pengelompokkan ekonomis. Tidaklah mengherankan untuk menemukan pengelompokkan pendapat politik terpaut erat pada keanggotaan kelompok, sebenarnya analisis skala besar pendapat umum hampir tidak mungkin bila tidak  dapat ditunjukkan bahwa mereka yang merupakan anggota suatu kelompok cenderung untuk mempunyai pandangan politik yang sama.

Pengaruh norma kelompok atas penilaian yang “obyektif”. Tak seorang pun akan merasa heran hewan anggota kelompok mempunyai kesamaan pendapat yang selaras. Tetapi mungkin menarik bahwa dalam kondisi tertentu anggota kelompok cenderung sepakat satu dengan lainnya mengenai penilaian yang ternyata benar-benar obyektif, walaupun penilaian yang demikian adalah salah.

Psikologi sosial Muzifer Sherif menemukan bahwa persepsi maupun pendapat perorangan dipengaruhi oleh norma kelompok. Beliau menyelidiki efek otokinetik (autokinetic effect) fakta bahwa titik stasioner cahaya dilihat melalui kotak  yang seluruhnya gelap, kelihatannya berayun. Beliau menemukan bahwa laporan dari sejumlah pergerakan cahaya yang diberikan oleh para individu dalam lingkungan suatu kelompok cenderung berpusat di sekitar norma kelompok. Individu yang pertama melaporkan pergerakan yang lebih besar atau lebih kecil bila sendirian setelah diskusi cenderung setuju dengan laporan yang rata-rata.

Asch, yang menguraikan berdasarkan metode sheriff, secara sistematis membedakan intensitas dan pembagian pendapat dengan menggunakan “korban sasaran”. Beliau menemukan bahwa yang “naïf” pada mayoritas besar kasus menghasilkan tekanan kelompok berpusat pada norma-norma yang dibina oleh subyek “korban sasaran” atas kemauan si penyelidik. ‘efek mayoritas’ mendapatkan kekuatan penuh bila tiga dari empat orang setuju, dan kecenderungan seorang anggota minoritas menghasilkan posisi mayoritas tidak berubah dengan meningkatkan mayoritas.

Norma dan pendapat kelompok tentang isu masyarakat. Perkataan berhati-hati agaknya pada tempatnya. Studi pelopor sheriff dan Asch, seperti halnya studi lainnya yang dilakukan dalam laboratorium, sangat dramatis. Mereka menggambarkan dengan baik apa yang penting  bagi maksud kita di sini, yaitu pengaruh tekanan kelompok dan harapan pada pendapat perorangan. Namun ada bahayanya  untuk melebih-lebihkan kenyataan pengaruh norma kelompok tersebut. Olmsted mengikhtisarkan bahaya eksperimen laboratorium sebagai
  1. Generalisasi dari informasi yang terlalu sedikit : adalah jelas bahwa eksperimen-eksperimen tersebut tidak dapat mengatakan telah menyelidiki semua pengaruh yang mungkin dari kelompok terhadap perorangan… pengetahuan kita hampit tak bisa disebutkan sangat sistematis atau tuntas
  2. Peralihan dari situas yang tidak nyata kepada situasi yang nyata adalah.. penting untuk menanyakan apakah perilaku yang diamati dalam laboratorium dan yang diamati dalam dunia nyata sama dalam fakta atau hanya dalam nama.. jenis percobaan yang dilukiskan di atas hanya dalam pengertian yang paling luas dari studi kelompok saja. Kelompok tersebut atau lebih tepat lagi agregasi dari subjek – mempunyai interaksi yang sangat sedikit dan hampir tidak mempunyai organisasi atau struktur.
  3. Godaan untuk menjelaskan semua perilaku dalam pengertian pengaruh kelompok; ketiga adalah bahaya bahwa norma kelompok menjadi penjelasan untuk semua hal. Penjajagan lebih lanjut terhadap perilaku kelompok dengan mudah bisa ditutupi oleh penjelasan yang kelihatannya bijaksana tetapi sebenarnya, biasa saja bahwa ini atau terjadi disebabkan oleh norma kelompok
Untuk isu umum, pengaruh kelompok kecil atas anggota perorangan bukanlah norma langsung dan jelas yang sangat penting bagi operasi dan kelanjutan hidup dari kelompok tersebut dan yang perorangan terpaksa harus mematuhinya. Pendapat mengenai isu masyarakat biasanya tidak begitu penting bagi berfungsinya kelompok primer secara lancar. Keluarga, kelompok kerja, dan perkumpulan sosial banyak mencakup anggota yang pandangannya mengenai persoalan masyarakat berbeda luas dari pendapat rata-rata kelompok; tetapi terdapat pengaruh baik pada kelompok maupun pada perorangan bila terdapat pengaruh yang demikian adalah fakta bahwa perorangan menanggapi apa yang mereka yakini merupakan norma kelompok. Pendapat terbentuk atau dipunyai sesuai dengan tekaan yang diantisipasikan dari kelompok. Untuk menguji proposisi ini, Steiner mewawancarai sample nasional dan sample lokal (Michigan) untuk pendapat mengenai kekuatan ekonomi dan politik perusahaan besar dan untuk norma yang dianggap responden harus dianut oleh teman-teman terdekatnya. Beliau menyimpulkan bahwa tekanan kelompok primer yang diketahui dapat mempunyai pengaruh yang besar terhadap sikap, sekalipun ada alasan untuk menyangsikan bahwa norma kelompok dan sanksinya akan berlaku. Bahwa kita memberi bentuk pendapat kita dalam hal-hal politik  atau politik semu berdasarkan apa yang kita anggap merupakan pandangan teman kelompok kita, sekalipun kita tidak mengetahui apakah teman kita mempunyai pendapat sama sekali. Ini adalah penerapan khusus yang disebut Freidrich sebagai ketentuan reaksi yang diantisipasikan – bahwa orang selalu berperilaku tidak hanya berdasarkan yang telah lalu tetapi berdasarkan dugaan tentang bagaimana orang lain akan  bereaksi apa saja yang mereka lakukan ?

Sebagaimana yang diduga oleh Verba pada tahun 1961, pendapat politik mungkin lebih peka terhadap tekanan kelompok dari pada pendapat tentang soal-soal yang berkaitan dengan pengalaman perorangan. Di lain pihak, sebagaimana dilaporkan oleh Verba pada tahun 1965, tekanan kelompok atas pendapat politik para anggota sering dapat dilunakkan oleh norma kelompok yang merintangi pembicaraan politik.

Diferensiasi Peranan dalam Kelompok Primer 

Semua anggota kelompok tidak melaksanakan tugas yang sama bagi kelompok atau berperilaku dalam  cara yang sama dalam interaksi kelompok. Sekalipun terdapat ketidasepakatan yang luas tentang nuansa dan arti yang khusus dari peranan dan perilaku peranan, satu pernyataan yang berfaedah dan khas mendefinisikan peranan sosial sebagai suatu pola terorganisasi dari harapan-harapan yang berkaitan dengan tugas, kelakuan, sikap, nilai an hubungan timbal balik yang harus dipelihara oleh orang-orang yang menempati posisi keanggotaan tertentu dan memenuhi fungsi yang dapat diuraikan dalam suatu kelompok. Definisi peranan ini menekankan harapan ketimbang perolaku, karena peranan didefinisikan sebagai apa yang diharapkan pihak lain dari orang yang melaksankannya.

Kemungkinan peranan alamiah yang ditentukan oleh jenis kelamin dan perbedaan generasi sebagaimana dalam contoh yang jelas tentang peranan ibu dan ayah dalam kelompok keluarga primer. Dalam kelompok yang terorganisasi secara formal, pejabar khusus dapat melaksanakan peranan fungsional (yaitu perilaku untuk memudahkan pencapaian tujuan kelompok). Seperti mengetuai sidang, mengurus keuangan kelompok, atau mengurus komunikasi kelompok.

Semua diferensiasi peranan ini adalah sederhana atau paling tidak adalah jelas. Yang kurang jelas adalah fakta bahwa diferensiasi terjadi pula pada kelompok non formal dan kemungkinan sangat penting untuk menentukan pendapat. Apa yang  kita pikir mengenai isu pribadi atau umum jelas dipengaruhi oleh apa yang kita anggap paling tepat bagi kita untuk memikirkannya, tergantung pada siapa kita dan apa yang diharapkan orang lain dan kita. Dalam kelompok disukusi dan pemecahan masalah, dalam situasi laboratorium dan yang nyata, kategori peranan fungsional dapat dikenali dan didiferensiasikan. Misalnya satu tim penyelidik mengamati berbagai peranan, pencari informasi atau pemberi informasi, pengambil prakarsa, pendorong, penilai-kritik, dan penyelaras.

Yang lebih penting kita dari pada jenis-jenis peranan adalah bukti bahwa peranan sosial mempengaruhi pendapat mengenai persoalan politik.

Dalam situasi politik yang terkosentrasi lebih tinggi, peranan sosial sangat mempengaruhi sifat penciptaan dan pertukaran pendapat. Peranan seorang calon mempengaruhi harapannya tanpa (bahkan tidak sesuai dengan) harapan peranan legislator yang terpilih atau a fortiori, hakim yang terpilih.

Pada tingkat yang kurang agung, dan sepanjang proses pendapat kebijakan, pemikiran tentang peranan mempengaruhi adanya intensitas pendapat umum. Tentang masalah  keuangan negara, para banker memperhatikannya dengan seksama. Pandangan dari Mother Committee of public Scholl 310, diperhatikan sungguh-sungguh dalam soal pendidikan. Hampir setiap eksekutif tua perusahaan dihargai oleh rekannya yang lebih muda bila persoalan masyarakat dibicarakan. Dalam semua kelompok (tetapi khususnya dalam kelompok primer), pemikiran tentang peranan mempengaruhi pembentukan dan perubahan pendapat. Dalam beberapa hubungan kelompok, peranan kemungkinan tidak penting atau hampir demikian, sedangkan dalam kelompok lainnya sangat penting.

Pengalaman Perorangan dan pengaruh perorangan 

Jelas bahwa peranan berkaitan dengan pengalaman. Si pemimpin telah memimpin, si ekspeditur telah melakukan ekspedisi dan sebagainya. Dapat dibayangkan bahwa seseorang mungkin dapat memainkan suatu peranan tanpa mendapatkan pengalaman dalam hal-hal praktis dan pengetahuan khusus yang berkaitan dengan peranan tersebut; perilaku peranan untuk meneruskan pembedaan Hartley dan Hartley bisa tidak penting bagi keberhasilan peranan. Tetapi pada umumnya harus terdapat suatu persesuaian yang cukup dekat antara pengaruh yang berkaitan dengan peranan dan pengaruh yang berkaitan dengan pengalaman. Dalam masyarakat sederhana – dan sampai tingkat tertentu dalam masyarakat yang tidak begitu sederhana,  pengetua desa mempunyai sejumlah peranan sosial yang luas sebagai penguasa yang pada dasarnya dihubungkan dengan fakta keturunan dan pengalaman pribadinya. Pengalamannya mendukung peranannya, dan peranannya memungkinkan peningkatan pengaruhnya sebagai pemimpin pendapat.

Pemimpin pendapat yang umum kelihatannya jarang sekali. Dalam politik non demokratis mereka dapat diterima berdasarkan tradisi atau latihan di kalangan kasta atau kelas yang berkuasa. Tetapi praktek demokrasi modern dan pembagian kekuasaan dalam pluralisme sosial sebagian besar mendatangkan pemimpin pendapat yang khusus. Sekarang ini hanya terdapat sedikit saja , orang untuk semua musim.  Adalah penting  bahwa sebagian besar dari anggota yang berpengetahuan dan berpartisipasi dari suatu sample elite berpendapat bahwa mereka sendiri sangat sedikit mendapatkan informasi tentang kebanyakan persoalan penting yang ditanyakan kepada mereka pada tahun 1964

Namun suatu paradoks harus diperhatikan pemerintah yang berdasarkan sifatnya merupakan pengelompokkan kekuasaan yang paling tinggi dan terakhir dalam masyarakat  modern, memerlukan eksekutif yang memberikan penampilan sebagai pemimpin pendapat umum. Dan agregasi kelembagaan kepemimpinan pendapat khusus membuat generalisasi eksekutif lebih dari sekedar suatu penampilan. Pengangkatan staf yang efektif memberikan eksekutif politik sejumlah spesialisasi sehingga, melalui peralatan tanggung jawab kementerian, menghasilkan kepemimpinan pendapat umum yang secara fungsional adalah setara. Sebenarnya, presiden bisa menjadi seorang pemimpin pendapat umum dengan mengumpulkan bakat dari para pembantu ahlinya yang masing-masing mempunyai keahlian yang cukup terbatas.

Ketidaktahuan pluralistic 

Dalam situasi kelompok, orang dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan orang lain, tetapi apakah mereka tahu apa yang dipikirkan orang lain ? pengamatan yang biasa dan semua penelitian ilmu sosial yang bersangkutan memperkuat bahwa orang  yang hidup, bekerja dan dalam suatu cara berinteraksi dengan sesamanya saling mempengaruhi kepercayaan, sikap, dan pendapat masing-masing. Maka adalah menarik untuk bertanya sampai seberapa jauh kita dapat memahami apa yang dipercaya dan dipikirkan oleh orang lain. :mrgreen:

Sumber: http://www.masbied.com/2011/02/07/keterhubungan-antara-komunikasi-primer-dan-komunikasi-massa/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar