Penat dalam kebisingan.
Panas dalam ruangan.
Bagaikan jeritan yang tak tau arah.
Gaduh dengan teriakan.
Tatapan lirihnya begitu dalam dan bersahaja.
Tak ada yang memperdulikannya di sana.
Bersama ilmu yang di milikinya.
Tak perduli di dengar atau tidak.
Tak perduli di mengerti atau tidak.
Sulit sekali menjinakkan manusia-manusia
yang katanya berpendidikan.
Namun tak pernah menghargai yang di depan.
Gaduh, berisik, cuek, berkumpul jadi satu.
Menjadi saling tak perduli.
Tampilkan postingan dengan label Munajah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Munajah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 November 2014
Elegi Rindu
Sering datang perasaan lain, tentang sebuah kejujuran.
Berharap kepastian yang tak pernah terucap.
Cinta ini bagaikan elegi rindu.
Yang terkubur bersama luapan perasaan.
Terpendam dalam hati, yang kadang menyakitkan.
Cinta ini bagaikan elegi rindu,
yang terbang jauh di bawa angin.
Berharap ia akan kembali
dengan harapan-harapan yang tak pernah terwujud.
Selalu ku berkata jujur.
Namun itu candaan bagimu.
Ya, aku bercanda dalam keseriusan
yang kadang menimbulkan kegembiraan tersendiri di antara kita.
Ini bukan cinta yang tak terbalas.
Namun tak pernah terucap
ku anggap ini hanya sebuah elegi yang harus ku tanggung.
Elegi rindu
Berharap kepastian yang tak pernah terucap.
Cinta ini bagaikan elegi rindu.
Yang terkubur bersama luapan perasaan.
Terpendam dalam hati, yang kadang menyakitkan.
Cinta ini bagaikan elegi rindu,
yang terbang jauh di bawa angin.
Berharap ia akan kembali
dengan harapan-harapan yang tak pernah terwujud.
Selalu ku berkata jujur.
Namun itu candaan bagimu.
Ya, aku bercanda dalam keseriusan
yang kadang menimbulkan kegembiraan tersendiri di antara kita.
Ini bukan cinta yang tak terbalas.
Namun tak pernah terucap
ku anggap ini hanya sebuah elegi yang harus ku tanggung.
Elegi rindu
Nikmati Saja
Perjalanan sudah di mulai.
Dari awal memang memiliki keraguan.
Tak yakin dengan sebuah pilihan, namun mencoba meyakinkan diri
Tak sama seperti kebanyakan...
Mungkin itulah sifat yang telah di takdirkan...
Tak yakin akan bertahan..
Namun mencoba untuk tegar dan tabah..
Memang ia, aku belum bertanya tentang kehidupan di depan..
Aku tak terlalu yakin, akan bertahan...
Cuek itu memang sudah menjadi sifat, yang mungkin sulit untuk di rubah
Apa yang harus aku lakukan..??
Dari awal memang memiliki keraguan.
Tak yakin dengan sebuah pilihan, namun mencoba meyakinkan diri
Tak sama seperti kebanyakan...
Mungkin itulah sifat yang telah di takdirkan...
Tak yakin akan bertahan..
Namun mencoba untuk tegar dan tabah..
Memang ia, aku belum bertanya tentang kehidupan di depan..
Aku tak terlalu yakin, akan bertahan...
Cuek itu memang sudah menjadi sifat, yang mungkin sulit untuk di rubah
Apa yang harus aku lakukan..??
Minggu, 16 November 2014
Senyummu Itu..
Senyummu itu bagaikan oase di tengah dahaga.
Senyummu itu terasa menyejukkan hatiku.
Senyummu itu bagaikan berkah di tengah kesulitan hati.
Senyummu itu ada rasa nyaman yang begitu menentramkan.
Melihat senyummu itu aku merasa damai dalam kegelisahan hati
Sabang, 7 Juli 2014
Senyummu itu terasa menyejukkan hatiku.
Senyummu itu bagaikan berkah di tengah kesulitan hati.
Senyummu itu ada rasa nyaman yang begitu menentramkan.
Melihat senyummu itu aku merasa damai dalam kegelisahan hati
Sabang, 7 Juli 2014
Kota Tua dengan Sejuta Kisah
Bercerita dengan kisah
Mendengar dengan seksama,
ada petuah di setiap kata
Menjadi pengalaman yang bermakna,
Ini begitu menarik, di bawah lampu neon, teras rumah begitu bahagia..
Kisah itu menjelma menjadi tawa..
Kau bercerita, aku dan mereka tertawa dalam canda..
Tiju, Sigli, 19 April 2014 (20:59)
Mendengar dengan seksama,
ada petuah di setiap kata
Menjadi pengalaman yang bermakna,
Ini begitu menarik, di bawah lampu neon, teras rumah begitu bahagia..
Kisah itu menjelma menjadi tawa..
Kau bercerita, aku dan mereka tertawa dalam canda..
Tiju, Sigli, 19 April 2014 (20:59)
Kota Tua dengan Sejuta Kisah
Bercerita dengan kisah
Mendengar dengan seksama,
ada petuah di setiap kata
Menjadi pengalaman yang bermakna,
Ini begitu menarik, di bawah lampu neon, teras rumah begitu bahagia..
Kisah itu menjelma menjadi tawa..
Kau bercerita, aku dan mereka tertawa dalam canda..
Tiju, Sigli, 19 April 2014 (20:59)
Mendengar dengan seksama,
ada petuah di setiap kata
Menjadi pengalaman yang bermakna,
Ini begitu menarik, di bawah lampu neon, teras rumah begitu bahagia..
Kisah itu menjelma menjadi tawa..
Kau bercerita, aku dan mereka tertawa dalam canda..
Tiju, Sigli, 19 April 2014 (20:59)
Pada siapa Aku harus bercerita?
Pada siapa aku harus bercerita, sedangkan tak ada yang mau mendengarkan ceritaku.
Pada siapa aku harus bercerita, sedangkan aku tak teman yang bisa memahamiku.
Haruskah ku bercerita di atas kertas-kerta putih itu? Agar suatu saat penerusku tahu, aku juga memiliki masalah seperti ini.
Atau haruskan aku cerita di social media, agar semua tahu masalahku.
Dan atau aku hanya cukup bercerita kepada tuhan YME, tuhan yang memiliki jiwa dan raga ini.
Pada siapa aku harus bercerita?
Sabang, 7 Juli 2014
Pada siapa aku harus bercerita, sedangkan aku tak teman yang bisa memahamiku.
Haruskah ku bercerita di atas kertas-kerta putih itu? Agar suatu saat penerusku tahu, aku juga memiliki masalah seperti ini.
Atau haruskan aku cerita di social media, agar semua tahu masalahku.
Dan atau aku hanya cukup bercerita kepada tuhan YME, tuhan yang memiliki jiwa dan raga ini.
Pada siapa aku harus bercerita?
Sabang, 7 Juli 2014
Minggu, 06 November 2011
Kenangan
selalu ada kenangan yang tertinggal
dari setiap perjalanan
meskipun itu cuma sedetik
selalu ada hati yang tergores
dalam setiap perbuatan
meski cuma setitik
selalu ada salah
selalu ada khilaf
dan hendakya juga selalu ada kata maaf
dari setiap perjalanan
meskipun itu cuma sedetik
selalu ada hati yang tergores
dalam setiap perbuatan
meski cuma setitik
selalu ada salah
selalu ada khilaf
dan hendakya juga selalu ada kata maaf
Sobat....
Sobat....
Hidup adalah perjuangan
Hadapi...!
jangan sesali setiap langkah
sebab itu adalah perjuanganmu
Sobat....
Jangam menangis
Lihat...
Aku tidk menangis
Absolut hak kita untuk merubah
kenangan yang mengalir disetiap langkah
hayat....!~
Ketahuilah..
Aku juga pejuang dimedan pendidikan
Dan petarung dimedan Cita.
Ingat...!
Walau kita kecil
tapi cobalah untuk berjiwa besar...
Hidup adalah perjuangan
Hadapi...!
jangan sesali setiap langkah
sebab itu adalah perjuanganmu
Sobat....
Jangam menangis
Lihat...
Aku tidk menangis
Absolut hak kita untuk merubah
kenangan yang mengalir disetiap langkah
hayat....!~
Ketahuilah..
Aku juga pejuang dimedan pendidikan
Dan petarung dimedan Cita.
Ingat...!
Walau kita kecil
tapi cobalah untuk berjiwa besar...
Sabtu, 08 Oktober 2011
Hijrah Kepada Allah
Islam adlah agama terpilih
Akal yang buntu menjadi pembenaran nafsu
Aku pasrah….
Menyerah…
Dan beribadah kepada-Nya
Karena tidak ada jalan lain untuk keselamatan diri
Sadar yang melahirkan iradah
Keinginan berhijrah kepada Allah
Aku yakin..
Bahwa demikianlah pilihan hidup
Tanpa ragu dan bimbang
Tanpa henti dan tidak ingin berpaling
Meski sering kali terasing
Dalam sunyi dan sendiri
Iman adalah pribadi
Tak butuh persetujuan ubtuk memutuskan
Menjadi seorang hamba-Nya
Pujian dan sanjungan menjadi tak penting
Permusuhan dan caci maki tak membuat suasana jadi genting
Dan membuat kepala pening
Merdeka…..
Dan aku telah memutuskan
Hijrah kepada Allah
Aku yakin dengan penuh kesadaran
Bahwa harta, tahta dan wanita
Hanyalah godaan
Karena aku tahu
Kemenangan sejati adalah
Kemenangan menuju Allah
Aku tahu…
Akan banyak penghalang didepan sana
Tapi akan aku hadang dengan penuh keyakinan
Semua aral yang melintang akan ku singkirkan
Dan semua kesulitan akan aku hadapi
Dan tanpa menunggu arah angin
Ku tahu harus kemana menuju
Dan kemana akan aku pergi
Aku harus menambah ilmu-ilmu
Agar lebih mengenal rambvu-rambu
Untuk membersihkan kalbu
Agar aku tunduk kepada-Nya
Tak ada kata lagi
Terlambat…..
Terperangkap…..
Atau bahkan tersesat….
Dan saat ingin berpaling
Ada kata Istighfar dan taubat terucap
Hingga Allah karuniakan kebahagiaan iman
Ke dalam Kalbu
Kelezatan menundukkan nafsu
Dan semangat pulang yang terus menggebu
Dan juga kalbu yang merindu..
Perjumpaan dengan seber-benarnya hidup
Ya Allah…
Kini aku hijrah kepada-Mu
Walau perjalan yang ku tempuh terasa jauh
Namun terasa dekat……………..
Rabu, 05 Oktober 2011
Perempuan
Perempuan diciptakan oleh Allah untuk mendampingi lelaki demikianpun sebaliknya. Sang pencipta pasti tahu apa yang dibutuhkan laki-laki dan perempuan serta yang terbaik bagi masing-masing.
Seharusnya kita marah bila ada orag yang melecehkan perempuan hanya karena dia seorang perempuan. Inganlah ibu kita seorang perempuan, saudara kita juga ada yng perempuan, dan kita juga pernah satu tubuh langsung dengan ibu kita ketika kita nmasih dalam kndungannya, dan kita dirawat dengan baik olehnya sehingga kita dapat melihat indahnya dunia ini.
Semua lelaki membutuhkan perempuan, bahkan nabi SAW sendiri juga membutuhkan perempuan untuk menyalurkan cintanya. Tanpa perempuan hati lelaki akan remuk dan hancur bahkan akan saling menghancurkan, karena sosok peerempuan behitu penting bagi kaum adam. Bahkan ada yang saling membunuh memperebutkan seorang perempuan, ingatkah kita akan cerita 2 bersaudara Habil dan Qabil…???
Dan dibalik setiap kesuksesan seseorang pasti ada sosok perempuan dibelakangnya. Itulah sesbabnya operempuan harus dihormati dan dicintai. Seperti hadist nabi SAW : “perempuan dan wewangian, dan shlat menjadi buah mata kesukaanya” (HR Annasa’I melalui Anas Ibnu Malik) dan “dunia ini adalah kesenganangan dan yang paling menyenangkan adalah perem[puan yang shaleha” (HR Muslim dan Nasa’I melalui Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al-Ash)
Wanita muda hari ini adalah pejuang peradaban yang akan menjadi sandaran kemajuan. Karena dari rahimnya banyak lahir orang-orang besar yang banyak akan dicatat dalam sejarah. Siapapun kita harulah member penghormatan kepada wanita yang akan menjadi ibu buat anak-anak kita nantinya. Kaerena banyak wanita yang tidak hanya menjadi ibu tetapi juga menjadi ayah buat anak-anaknya.
Wanita mulia adalah wanita yang menjaga kehormatannya bukan wanita yang bersembunyi dibalik topeng yang menuntut kesamaan derajat dengan kaum adam disegala bidang.
Sabtu, 06 Agustus 2011
Hikmah Puasa
"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)
PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.
RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah
Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.
Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.
Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:
"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor." (H.R.Ibnu Khuzaimah)
Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.
Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.
Allah berfirman yang maksudnya:
"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31)
Nabi s.a.w.juga bersabda:
"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."
Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.
Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.
(s.al-Baqarah:185)
PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.
RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah
Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.
Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.
Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:
"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor." (H.R.Ibnu Khuzaimah)
Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.
Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.
Allah berfirman yang maksudnya:
"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31)
Nabi s.a.w.juga bersabda:
"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."
Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.
Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.
(s.al-Baqarah:185)
Minggu, 05 Juni 2011
Hamba Tak Sempurna
bukan mata yang terpejam dalam istirahat panjang
bukan mimpi indah yang teratur karena lelah
aku lengah dan lupa akan kenyataan
tak sempat menyapa dalam sua dingin membisu
kalbu yang layu dan lesu
hingga tak mendengar seruan kebenaran
aku bangkit dari keterpurukan
dari lunglai yang membinasakan
menjauh dari hati yang lumpuh
dalam nyenyeknya fatamorgana
dan aku terjatuh bersimpuh dihadapan nafsu yang meraja
dan kepadanya aku menghamba
anugrah berlimpah tak terkira,
kebenaran yang terabaikan
akan nikmat sang pencipta
karunia-Nya melampaui semua pengharapan
tunai terbayarkan tanpa pernah diminta
aku insaf...
kupersembahkan amal shalih kepada-Nya
namun sebanyak apapun takkan pernah sebanding
dengan Karunia-Nya
syukur menjadi kewajiban tanpa batas waktu
mengiringi rasa malu akan kekurangan
dan kealpaan diri yang penuh cacat dengan noda-noda dosa
tak ada jalan lain selain membersihkan hati
tak ada jalan lain selain mengakui kekurangan diri
dengan hati yang menyerah
memuji akan nikmat-Nya
serta berharap baraqah dari-Nya
hingga kalimah taubah dan istighfar
meluncur mulus dari lisan dengan mulus
bukan mimpi indah yang teratur karena lelah
aku lengah dan lupa akan kenyataan
tak sempat menyapa dalam sua dingin membisu
kalbu yang layu dan lesu
hingga tak mendengar seruan kebenaran
aku bangkit dari keterpurukan
dari lunglai yang membinasakan
menjauh dari hati yang lumpuh
dalam nyenyeknya fatamorgana
dan aku terjatuh bersimpuh dihadapan nafsu yang meraja
dan kepadanya aku menghamba
anugrah berlimpah tak terkira,
kebenaran yang terabaikan
akan nikmat sang pencipta
karunia-Nya melampaui semua pengharapan
tunai terbayarkan tanpa pernah diminta
aku insaf...
kupersembahkan amal shalih kepada-Nya
namun sebanyak apapun takkan pernah sebanding
dengan Karunia-Nya
syukur menjadi kewajiban tanpa batas waktu
mengiringi rasa malu akan kekurangan
dan kealpaan diri yang penuh cacat dengan noda-noda dosa
tak ada jalan lain selain membersihkan hati
tak ada jalan lain selain mengakui kekurangan diri
dengan hati yang menyerah
memuji akan nikmat-Nya
serta berharap baraqah dari-Nya
hingga kalimah taubah dan istighfar
meluncur mulus dari lisan dengan mulus
Langganan:
Postingan (Atom)


